HomeGaya HidupBerjalan Kaki 3 Kilometer ke Kampung Samin, Banyak Pelajar Sakit dan Pingsan

Berjalan Kaki 3 Kilometer ke Kampung Samin, Banyak Pelajar Sakit dan Pingsan

Gaya Hidup Jawa Tengah Komunitas News Sosial Suara Warga Wisata dan Budaya 0 0 likes 1.8K views share

Kabarblora.com – Jarak perjalanan kaki ke kampung Samin yang lumayan jauh di tengah terik siang hari musim kemarau yang menyengat membuat banyak pelajar tumbang dan pingsan, Kamis (20/9). Setidaknya ada 3 orang pelajar yang jatuh sakit dan seorang siswi yang pingsan.

“Iya, Mas, ada 3 anak yang jatuh sakit. Seorang pelajar pingsan,” terang Suhadi , M.Pd guru pembimbing dalam kegiatan Outdoor Study ke Masyarakat Samin Kabupaten Blora, Jum’at (21/9).

Diperkirakan tumbangnya para pelajar disebabkan karena kelelahan dalam proses perjalanan. Dari titik kunjungan pertama yaitu di Dukuh Jasem Desa Jepangrejo, perjalanan dari tempat parkir bus di pinggir jalan raya hingga ke desa yang dituju berjarak pergi-pulang sekitar 1.200 meter. Sedang dari tempat parkir bus di TPK Klopodhuwur hingga menuju ke Pendopo Sikep Samin di Dukuh Karangpace pergi-pulang berjarak sekitar 1.800 meter. Sehingga total jumlah jarak perjalanan kaki para seserta dari kedua lokasi tersebut adalah 3.000 meter atau 3 kilometer.

“Tempat parkir bus yang jaraknya lumayan jauh mungkin jadi salah satu kendala, Mas. Ya, mungkin karena kita menggunakan armada bus besar, sehingga kendaraan tidak bisa memasuki jalan desa,” ujarnya.

Dengan total peserta 333 siswa-siswi dan 15 orang guru, kunjungan dalam rangka study lapangan SMA 1 Pamotan Kamis (20/9) kemarin menggunakan 6 armada bus besar dan 1 kendaraan Elf. Jalan raya Blora-Randublatung yang sempit menjadi macet bilamana rombongan tersebut berpapasan dengan kendaraan besar lainnya.

“Terkait akses jalan dan layanan pariwisata ini semoga ini menjadi masukan untuk dinas terkait. Mungkin untuk ke depan, perlu estimasi waktu pemberangkatan. Selain untuk mengantisipasi kemacetan di jalan, agar tidak terjadi molornya agenda kegiatan,” jelas Eko Arifianto, Koordinator Komunitas Jelajah Blora yang beserta rekan-rekannya mendampingi kunjungan mulai awal hingga akhir.

Walaupun realita di lapangan ada kendala seperti itu, namun secara keseluruhan kegiatan outdoor study mata pelajaran IPS yang dilaksanakan di Dukuh Jasem, Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora Kota dan Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora serta singgah di Perpustakaan PATABA (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa) Desa Jetis Kec/Kab. Blora berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, berjalan baik, semoga bermanfaat, Mas. Terimakasih untuk sedulur Sikep Samin di Blora. Mbah Pardji sekeluarga dan Mbah Lasiyo sekeluarga. Tak lupa juga terimakasih buat Pak Soesilo Toer serta teman-teman dari Komunitas Jelajah Blora yang telah mendampingi kunjungan ini. Mohon maaf apabila dalam tutur kata atau sikap dari kami dan anak-anak didik yang salah atau kurang sopan,” pungkas Suhadi pengajar lulusan S1 Pendidikan Sosiologi dan Antropologi dan S2 Pendidikan IPS Universitas Negeri Semarang ini. (*)

 

Facebook Comments