HomePendidikanBrievenbus Peninggalan Zaman Belanda

Brievenbus Peninggalan Zaman Belanda

Pendidikan Peristiwa Suara Warga 0 0 likes 2.7K views share

kabarblora.com – Peninggalan bersejarah dari sisa-sisa kolonialisme di Indonesia menandakan bahwa bangsa Indonesia kaya akan sejarah serta kekayaan alam yang membuat bangsa lain ingin menjajah negeri yang kaya ini. Juga sejarah yang mengunggah rasa nasionalisme, kepedihan dan kepahitan rakyat pribumi, tersimpan dalam memori setiap bukti-bukti peninggalan Belanda termasuk di Kabupaten Blora.

Masyarakat Blora di era sekarang notabenenya tidak begitu mengamati tentang “Brievenbus”. Bahkan mungkin pula jika kalimat brievenbus ini muncul tanpa foto/gambar di sekolah – sekolah formal SD, SMP, SMA ataupun SMK dengan bentuk kalimat pertanyaan insidental dari guru kepada siswa – siswi. Apa itu Brievenbus? Bisa dipastikan, mayoritas istilah brievenbus siswa – siswipun tidak banyak yang mengetahui.

Menurut Wikipedia, Brievenbus adalah Bis surat (diterjemahkan dari bahasa Belanda Brievenbus) atau biasa disebut kotak pos yang merupakan tempat atau kotak untuk mengirim surat yang sudah diberi alamat tujuan yang jelas, dan perangko yang cukup. Surat-surat yang terkumpul dalam bis surat dikumpulkan secara reguler oleh petugas kantor pos untuk selanjutnya menstempel perangko yang ditempelkan di atas amplop.

Brievenbus biasanya ditempatkan didepan kantor pos dan dipinggir jalan sebagai salah satu perabot jalan yang banyak ditemukan diberbagai bagian kota.

Kali ini Nanang Fahru (Mahameru) yang merupakan pegiat Pemerhati Sejarah dan Budaya yang ada di Kabupaten Blora menulis ulasan sederhana tentang brievenbus. Dalam sejarahnya di Indonesia, pos sudah ada sejak zaman VOC berkuasa di tahun 1602. Kemudian seiring berjalannya waktu maka pos kemudian menyebar di Indonesia yang kantornya dimulai dari Batavia atau Jakarta pada tahun 1746.

Penggunaan brievenbus ini kabarnya pertama kali digunakan di Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1829 di Kantor Pos Batavia. Sedangkan penggunaannya untuk umum disediakan di Semarang pada tahun 1850 dan Surabaya pada tahun 1864.

brievenbus yang ada di Kantor Pos Blora memang cukup unik, karena merupakan peninggalan langsung. Bentuknya hampir setinggi orang dewasa (1,5 meter) dengan tulisan Brievenbus di bagian atas dan tulisan buslichting (pengangkatan bus/surat) di bagian bawah. Sebenarnya, dibawah tulisan buslichting ada angka 1,2, dan 3 yang mengartikan jika kotak surat itu diangkat sehari tiga kali.

Kapan terakhir kali kamu menulis surat selain surat resmi yang dikirimkan melalui kantor pos atau memasukkan kedalam brievenbus?

Pertanyaan itu nampaknya sudah tidak relevan lagi bila ditanyakan pada masa sekarang. Ya, brievenbus merupakan saksi bisu dari kejamnya perkembangan teknologi informasi. Dahulu sebelum adanya pesan singkat yang pada ponsel selular, orang – orang selalu berhubungan dengan orang lain atau keluarga, menggunakan surat yang kemudian surat tersebut dikirim melalui brievenbus atau langsung ke kantor pos.

Kini kiprah atau eksistensi brievenbus telah tenggelam. Benda oranye yang berada didepan Kantor Pos yang ada di Kabupaten Blora sekarang hanya menjadi benda peninggalan.

Siapa yang menyangka, benda berwarna oranye ini pernah mengalami masa kejayaannya pada era 90an. Tak ada yang meragukan jasanya dulu, saat belum ada Facebook, Twitter, Blackberry Messanger, Wattshap Messanger, Telegram Messanger serta media jejaring lainnya, dialah yang menghubungkan dengan sanak, kerabat, serta kawan yang terpisahkan oleh jarak.

Semenjak kemunculan email, sms, dan perkembangan teknologi informasi menjadikan eksistensi dari brievenbus meredup. Orang tak lagi menggunakan surat untuk bertukar informasi hanya dengan pesan singkat dalam hitungan detik pesan tersebut sudah sampai kepada penerimanya dan dengan segera kita dapat menerima feedbacknya.
Diharapkan, PT POS Indonesia membuat suatu inovasi dan mempertahankan bis surat (dengan merawat brievenbus yang ada) sebagai suatu sejarah perkembangan komunikasi massa sebelum ditemukannya teknologi. Sehingga generasi mendatang dapat merasakan dan mengetahui bagaimana sensasi menulis dan mengirim surat melalui brievenbus. (timkb)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...

Facebook Comments