HomeNewsVisi Komprehensif Pembangunan Fisik Desa Kedungringin Tunjungan

Visi Komprehensif Pembangunan Fisik Desa Kedungringin Tunjungan

News 0 3 likes 3.2K views share

kabarblora.com – Selama ini tata kelola pembangunan fisik pemerintahan desa selalu dicitrakan dengan tata kelola yang minimalis dan tanpa visi yang komperhensif jauh dari kemajuan dan kuncara. Sudut pandang itu akan pupus manakala berkunjung ke kampung kecil Desa Kedungringin, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.

Desa yang dipimpin seorang pemuda bernama Hadi, alumni D III STTR Cepu ini, memperlihatkan sebuah tata kinerja pemeritahan desa yang mewujudkan torehan prestasi yang mungkin satu – satunya yang mengawali pembangunan jalan kampung bertrotoar di Kabupaten Blora.

Sejak ia dilantik kepala desa Kedungringin, Kades muda ini di genjot pembangunan fisik pavingisasi. Jalan lingkungan menjadi prioritasnya sejak dikucurkan dana desa tiga tahun berturut – turut dari 2014 hingga 2017.

“Pavingisasi jalan lingkungan kami bangun dengan ukuran lebar 4 sampai 5 meter. Alhamdulillah karena desa kami tergolong kecil (hanya 1 dukuhan) maka kami selesaikan semuanya”, jelasnya.

Selain pavingisasi jalan, Pembangunan drainase (selokan) juga dibangun. “Tujuannya agar desa terlihat rapi dan selokan ini untuk mencegah air hujan maupun limbah rumah tangga melimpah ke jalan – jalan. Sehingga dampaknya selalu rapi juga lingkungan menjadi sehat”, tambahnya.

Dana desa memang sangat memberikan peluang untuk berinovasi dan berkreasi dalam membangun desa dengan sebaik – baiknya. Desa Kedungringin adalah salah satu contoh desa kecil dengan menggunakan anggaran dana desa sekitar 405 juta, desa ini mampu membuat terobosan baru yaitu membangun trotoar desa sepanjang 365 meter.

Trotoar desa ini selain untuk mempercantik jalan desa penghubung antar Kecamatan Tunjungan menuju wilayah kecamatan Banjarejo juga penghubung masyarakat yang akan menuju Kabupaten Blora.

Disamping itu, Desa Kedungringin juga merupakan jalur transportasi bagi pekerja pabrik garmen. Menurut informasi yang disampaikan warga Kedungringin, Muhammad, “Desa kami biarpun kecil cukup ramai dan sibuk lalulintasnya. Dan karena itu pak lurah memutuskan untuk membangun trotoar sebagai alternatif jalan warga khususnya lansia, anak – anak sekolah agar lebih aman dan teratur kalau berangkat dan pulang sekolah”, bebernya. 

Baca Juga : Hadiri Dies Natalis, Arief Rohman Berharap STTR Cepu Menjadi Universitas

Membangun pavingisasi jalan memang harus komprehensif perencanaannya sejak awal. Jika desa ingin terlihat baik dari segi tatakelola pembangunan fisik, baiknya dengan trotoar dan drainase (selokan). Kedungringin di level desa kecil, mungkin sebagai pionirnya di level Blora.

Dengan cara ini akan mengubah pola perilaku masyarakat karena sejatinya perbaikan fisik paralel dengan perbaikan kualitas hidup, termasuk di dalamnya perbaikan pola pikir. Kemegahan fisik berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas hidup, sikap, perilaku dan soliditas seluruh elemen masyarakat. Kuncinya adalah pola kepemimpinan yang aspiratif yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. (timkb/ Ahmad)