HomeNewsKantah Blora Jemput Bola Soal Layanan Urus Tanah

Kantah Blora Jemput Bola Soal Layanan Urus Tanah

News 0 0 likes 254 views share

Kabarblora.com – Kantor Pertanahan (Kantah) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Blora memberikan layanan urus tanah jadi semakin mudah. Yakni, para pegawai setempat mulai dikerahkan jemput bola bersosialisasi di tempat keramaian seperti saat di kawasan Kridosono Blora, Jumat pagi (1/4/2022).

Mereka bersosialisasi ke masyarakat sambil memberikan brosur dan bingkisan. Rencananya kegiatan ini kontinyu dilakukan satu kali dalam satu pekannya setiap hari Jumat.

“Kita mulai coba untuk datang ke tengah masyarakat dengan mengunjungi salah satu tempat yang ramai,” ungkap Kepala ATR/BPN Kabupaten Blora, Ir Edi Priatmono kepada wartawan.

Menurutnya sosialisasi layanan dengan jemput bola ini baru pertama kalinya dilakukan. Kedepannya, akan secara kontinyu mensosialisasikan di daerah lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat.

Ia berpesan kepada masyarakat, untuk jangan ragu-ragu jika ingin bertanya-tanya atau mendaftarkan tanahnya. Baik itu di kantor maupun saat pihaknya melakukan jemput bola di tempat keramaian seperti sekarang ini.

“Ini ada program PTSL, masyarakat monggo bisa mengikuti itu,” ujar Edi, panggilan akrab Edi Priatmono.

Serta masyarakat diharapkan jangan takut mendatangi kantornya demi mendapatkan pelayanan kaitan pertanahan. Yakni, seperti permohonan urusan tanah yang pertama kali, urusan pemecahan tanah, urusan tanah waris dan lain sebagainya.

Edi mengatakan problem yang paling menonjol yang dihadapi masyarakat di Blora yaitu terkait masih banyaknya persoalan tanah yang masih belum terdaftar.

“Ada banyak permasalahan yang masih di tingkat desa, adalah permasalahan mengenai letter C yang ditanyakan ke kami,” katanya.

Letter C adalah bentuk surat tradisional sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang sudah diberikan secara turun-temurun tapi belum terdaftar dalam Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kaitan itu, jika masyarakat perihal ingin mengurusi permasalahan tanah diingatkan harus sudah bersertifikat.

“Karena kalau tanahnya belum bersertifikat, dalam hal ini letter C tentunya datanya kami belum punya,” kata Edi.

Tampak sejumlah warga antusias demi memperoleh layanan secara langsung dengan mudah di tempat terbuka. Salah satunya seperti dari warga Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, yang datang mengambil sertifikat wakaf.

“Untuk pengambilan sertifikat wakaf. Kebetulan ada acara ngambilnya disini,” pungkas Sriyanto.