HomeNewsPengawasan Pupuk Subsidi di Blora Lemah

Pengawasan Pupuk Subsidi di Blora Lemah

News 0 0 likes 987 views share

kabarblora.com – Komisi Pengawasan Pupuk Pestisida (KP3) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, lemah dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas. Terbukti, seringnya para petani bisa mudah mendapatkan pupuk subsidi, tetapi dapatnya diatas harga eceran tertinggi (HET).

Selain itu, yang menjadi koordinator distributor pupuk subsidi, kondisi di lapangan cenderung tidak terbuka dan lebih memilih menghindar menjawab pertanyaan perwakilan petani maupun awak media.

Menanggapi hal ini, Komang Gede Irawadi selaku Ketua KP3 Kabupaten Blora mengatakan, berulangkali sudah rapat dan memanggil dinas pertanian, dinas perdagangan, dan seluruh distributor serta pengecer pupuk subsidi di Blora.

“Kemarin rapatnya juga langsung dipimpin pak Bupati. Distributor dan pengecer sudah sepakat tidak akan melakukan itu,” ungkap Komang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dalam bahasan rapat yang digelar Pemkab Blora juga disinggung pula terkait persoalan kartu tani.

“Terimakasih sudah dilapori, persoalan ini nanti kita bawa dalam rapat,” ucap Komang.

Mencuatnya sejumlah permasalahan yang muncul di lapangan, Komang mengaku tidak berani tegas. Meskipun dirinya adalah ketua KP3 Kabupaten Blora.

“Timnya kan banyak, langkah-langkah apa yang akan diambil saya tidak berani memutuskan tapi akan kita rapatkan,” ungkap dia yang juga selaku Sekda Kabupaten Blora.

Komang mengaku akan melihat aturan terlebih dahulu saat menjawab adanya perwakilan pihak PT Petrokimia malah menjadi pengecer pupuk subsidi dan bahkan menjadi ketua paguyuban pengecer pupuk sendiri.

Lebih lanjut, Komang juga menyatakan akan memfasilitasi awak media untuk bisa langsung wawancara dengan pihak-pihak distributor maupun pengecer pupuk subsidi.

“Ya, nanti bisa difasilitasi,” pungkasnya.

Sebatas diketahui, harga pupuk subsidi termaktub dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Pasal 15, BAB V tentang HET dan Kemasan Pupuk Bersubsidi. Pengecer resmi tidak boleh menyalurkan atau menjual pupuk bersubsidi di atas HET.

HET pupuk bersubsidi jenis urea Rp1.800 per kilogram atau Rp90.000, SP36 Rp2.000 per kilogram atau Rp100.000, ZA Rp1.400 per kilogram atau Rp70.000, NPK Rp2.300 per kilogram atau Rp115.000, untuk masing-masing kemasan volume 50 kilogram.

Lalu untuk pupuk bersubsidi jenis NPK dengan Formula Khusus per kilogram Rp3.000 atau Rp150.000 dengan kemasan volume 50 kilogram, sedangkan pupuk organik Rp500 per kilogram atau Rp20.000, untuk kemasan volume 40 kilogram

Facebook Comments