HomeNewsPKS Blora Angkat Suara Soal Sistem Zonasi PPDB SMA dan SMK

PKS Blora Angkat Suara Soal Sistem Zonasi PPDB SMA dan SMK

News Politik Suara Warga 0 0 likes 1.3K views share

kabarblora.com – Ketua DPD PKS Blora, Santoso Budi Susetyo menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP/SMA dengan sistem zonasi yang diberlakukan pada tahun ajaran baru 2018/2019 mempunyai nilai plus dan minus.

Dari sisi positif, kebijakan PPDB membuat seluruh sekolah dianggap sama. Hematnya, tidak ada istilah sekolah favorit atau tidak ada pilihan sekolah ini lebih baik dari sekolah lain dan sebagainya.

“Prinsipnya mendukung pemerataan kualitas pendidikan, akan tetapi harus ada evaluasi dalam pemberlakuan sistem ini”. Ungkapnya, Jumat (6/7).

Baca Juga: Integrasi Agama Dalam Kekuasaan dan Politik

Tak hanya itu, jika dipandang dari sisi minus, sistem zonasi juga akan menjadi problem bagi anak-anak atau peserta didik yang pintar namun tinggal di tempat orang lain. Misalnya, di tempat keluarga mereka yang berada di kota untuk itu dirinya tidak sepakat jika pemberlakuan sistem zonasi ini mutlak, karena hasil nilai Ujian Nasional siswa seolah-olah tidak dihargai dalam hal memilih sekolah.

“Ada beberapa alternatif atau opsi supaya lebih adil dalam pembobotan nilai UN berbasis zona, Sistem kuota Misal jalur zonasi 50% jalur nilai 50%” katanya.

Pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan dinas terkait supaya proaktif dalam menangkap aspirasi dari bawah.

“Kami sudah komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sebagai pemangku wilayah pendidikan di Kabupaten Blora serta mendorong untuk proaktif minimal memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah terkait dinamika yang terjadi di lapangan”. Ucap politikus asal Dapil 1 itu.

Pemerintah harus benar-benar bisa melihat setiap persoalan yang ada dan membuat solusi untuk calon peserta didik yang tidak lain adalah warga yang punya hak memperoleh pendidikan layak.

“Semoga masyarakat selalu mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas tanpa ada pro kontra serta tidak meninggalkan prinsip-prinsip keadilan”. Pungkasnya.

Facebook Comments