HomePeristiwaPrediksi Orang Samin soal Bencana di Indonesia

Prediksi Orang Samin soal Bencana di Indonesia

Peristiwa Sastra Suara Warga Tokoh 0 0 likes 2.2K views share

kabarblora.com – Menurut tokoh sedulur Sikep Samin Dukuh Kembang yang terletak di pegunungan Kendeng Utara, turut Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, ada kemungkinan bencana di tahun depan intensitasnya akan lebih tinggi dan lebih besar. Hal tersebut disampaikannya pada kondisi remang-remang akibat listrik padam, Kamis (25/10/2018) kemarin malam.

“Wis ora iso ditandangi. Nek saiki iseh kenek ditandangi. Nek suk emben wis gak kenek ditandangi. Wong tahun duda (Sudah tidak bisa dikendalikan. Kalau sekarang masih bisa. Kalau besok sudah tidak bisa. Soalnya tahun duda,” kata Mbah Joko sewaktu ditemui kabarblora.com di kediamannya.

Menurut perhitungan Mbah Joko, bila berkaca dari sejarah bangsa Indonesia, tahun depan menurut perhitungan adalah tahun Senin Kliwon. Tahun itu adalah tahun yang sama menurut perhitungan Jawa dulu bangsa Belanda mulai masuk dan menjajah Indonesia selama 350 tahun. Begitu juga dengan masuknya Jepang menjajah selama 3,5 tahun.

“Nek saiki tahun Kemis Legi. Suk emben ngeri, alam tumindhak. Opo meneh suk tahun Senin Kliwon suk iki. Pangan mboh ono mboh ora. Yo ning bumi Jawa iki. Wong ape pilihan. Ape nukulno ratu. Nek abuke ora akeh ndak thukul piye (Kalau sekarang tahun kamis Legi. Besok ngeri, alam yang melakukan. Apalagi besok tahun Senin Kliwon ini. Pangan entah ada atau tidak. Ya di bumi Jawa ini. Soalnya mau pilihan. Mau menumbuhkan raja. Kalau pupuknya tidak banyak apa akan tumbuh),” terangnya dengan bahasa simbolis.

Menurutnya, yang perlu dilakukan orang-orang saat ini adalah bersikap jujur, baik hati serta tidak merusak bumi dan alam ini.

Hyo laku, yo kejujuran, yo sabar nerimo. Ora drengki srei. Ora ngrusak bumi (Ya laku, ya kejujuran, ya sabar menerima. Tidak melakukan dengki iri hati. Tidak merusak bumi,” tandasnya.

Dalam situasi genting seperti itu menurut Mbah Joko adalah perlu memahami tentang tentang hakikat dan tugas manusia itu sendiri.

“Niteni kek e dewe, niteni kandhane. Mergo nek lakon sikep iku ana sing nata sing ngayomi (Mencermati miliknya sendiri, mencermati apa yang diucapkan. Karena kalau lakon sikep itu ada yang menata yang mengayomi.” Pungkasnya.

 

Facebook Comments