HomeEkonomi BisnisPurwanto: Ijin Kafe Karaoke dari BPMPP, Pembinaannya dari Dinporabudpar

Purwanto: Ijin Kafe Karaoke dari BPMPP, Pembinaannya dari Dinporabudpar

Ekonomi Bisnis Jawa Tengah News Peristiwa 0 0 likes 1.2K views share

kabarblora.com – Terkait perijinan kafe karaoke kawasan kolam renang mini Tirto Abimanyu di lingkungan perumahan Balun Graha Permai Kelurahan Balun Kecamatan Cepu masih menyisakan persoalan. Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan (BPMPP) Kabupaten Blora, mengatakan bahwa perijinannya hanya kolam renang.

“Permohonan ijin hanya kolam renang saja. Namun ada kegiatan usaha yang mengikutinya yang belum berijin yang oleh masyarakat dikeluhkan bisa mengganggu. Konon ada semacam karaoke, kafe dan lain-lain. Ini yang mengganggu. Sampai saat ini kami belum pernah mengeluarkan ijin yang ini,” kata Purwanto, Sabtu (25/8).

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kunto Aji mengatakan bahwa terkait dengan perijinan kafe karaoke yang berhak mengeluarkan adalah Perijinan (BPMPP).

“Tapi terkait rekomendasinya dari Dinporabudpar Kabupaten Blora,” terang Kunto Aji, Senin (27/8).

Hal senada juga ditambahkan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Purwanto.

“Iya, terkait ijin kafe karaoke dari BPMPP. Kalau pembinaannya dari Pariwisata (Dinporabudpar) Blora. Rekomendasi dinas teknis merupakan syarat. Untuk sebuah perijinan termasuk dinas pariwisata, rekomendasi dinas teknis ini tertuang dalam berita acara Tim Perijinan Kabupaten Blora,” paparnya, Selasa (28/8).

Sebelumnya, Jum’at (24/8) lalu warga yang geram melakukan pemasangan portal. Beberapa kali diadakan audensi antara warga setempat yang tidak setuju dengan pemilik Tirto Abimanyu, Gatot Agus Mudjianto yang difasilitasi Kelurahan Balun maupun DPRD Kabupaten Blora masih buntu.
Namun aksi tersebut ditentang oleh Gatot Agus Mudjianto. Gatot mengklaim bahwa berdasarkan hasil kesepakatan pada Jumat (24/8) sore antara pihaknya, Ketua RW 16 Edi Widodo dan Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto, Tirto Abimanyu boleh tetap operasional namun jam operasionalnya dibatasi maksimal hanya sampai pukul 18.00 WIB. Sebelumnya jam operasional hingga pukul 22.00 WIB.
“Kami setuju. Pembatasan jam operasional Tirto Abimanyu sampai jam 6 sore tersebut, sambil menunggu ada sidak dari DPRD Kabupaten Blora,” ujar Gatot.
Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto menegaskan, hasil pertemuan antara warga dengan pemilik Tirto Abimanyu hari pekan lalu, pihaknya masih menunggu pengecekan dari dinas terkait.
“Masih menunggu pengecekan yang akan dilaksanakan pihak terkait,” kata Slamet, Minggu (26/8) kemarin.
Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (24/8) sore, puluhan warga perumahan Balun Graha Permai hendak memasang portal di sebelah utara bangunan Tirto Abimanyu. Mengetahui aksi tersebut, Gatot yang keluar dari parkiran Tirto Abimanyu langsung berhenti dan keluar dari mobilnya dan menemui warga. Sempat adu argumen antara warga dengan Gatot. Kasi Trantib Kecamatan Cepu Sumarsono, Kapolsek Cepu AKP Slamet Riyanto beserta anggota dan Bhabinsa Kelurahan Balun juga hadir di lokasi.
Seperti diketahui, berdasarkan tanda daftar usaha pariwisata berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan Pariwisata nomer PM 91/HK.501/MKP/2010 mengijinkan bidang usaha jasa penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi dengan jenis usaha gelanggang olah raga nomer/tanggal pendaftaran 807/4-3-2015 dan nomer TDUP 556.142/703/2015 dengan nama perusahaan Resort Abimanyu yang ditandatangani atas nama Bupati Blora Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan (BPMPP) Purwanto. (*)
Facebook Comments