HomeJawa TengahMembumikan BRAND “Blora Wis Wayahe Kuncara”

Membumikan BRAND “Blora Wis Wayahe Kuncara”

Jawa Tengah Suara Warga 0 0 likes 2.5K views share

kabarblora.com – Hampir di setiap sudut kota slogan Blora Wis Wayahe Kuncara dapat kita jumpai. Hal tersebut wajar karena saat ini Pemerintah Kabupaten Blora sedang gencar-gencarnya untuk menanamkan dalam persepsi publik bahwa Blora telah masuk dalam tahap baru sebagai kota yang sudah saatnya terkenal.

Kunjungan Kemenristek Dikti Melihat Potensi Blora

Pembentukan persepsi positif di internal masyarakat Blora memang penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pemerintah daerah benar benar serius untuk berada pada level terkenal.

Dibuktikan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur, rehab dan pembangunan gedung pemerintah, sudut-sudut kota yang dibangun taman taman yang indah. Dan yang paling fenomenal tentu saja tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi Blora yang menduduki peringkat ke dua.

Tetapi muncul pertanyaan, apakah kualitas infrastruktur, lingkungan dan gedung pemerintah sudah cukup untuk dijadikan branding Blora secara eksternal ? Bagi masyarakat Blora, bisa jadi cantiknya wajah Blora saat ini cukup memukau. Tetapi apakah itu cukup memukau pula untuk masyarakat luar Blora ?

Mengingat sudah banyak kabupaten lain selain Blora melakukan hal tersebut lebih dahulu. Untuk itu jika level keterkenalan akan diarahkan ke masyarakat luar Blora, maka harus diakumulasikan kembali potensi-potensi yang memungkinkan Blora betul-betul dikenal secara luas. Selain itu yang paling penting adalah bagaimana pemerintah mampu memobilisasi partisipasi warga masyarakat agar terlibat dalam proses tersebut.

Baca juga: Resolusi 2018, Blora Wes Wayahe Kuncara

Mobilisasi partisipasi warga untuk mewujudkan Blora betul-betul kuncara dalam prosesnya dengan sendirinya secara buttom up akan memunculkan potensi-potensi genuine, potensi-potensi original yang dapat menjadi deferensiasi atau daya beda Blora dengan kabupaten lain.

Jati Blora

Dalam teori branding, deferensiasi produk menjadi salah satu penentu untuk membangun image publik sehingga citra produk lebih mudah diingat. Apakah Blora punya sesuatu yang genuine untuk dijadikan daya beda ? Jawabanya, punya bahkan melimpah.

Tetapi masalahnya unsur genuine Blora itu belum ditangani secara maksimal bahkan beberapa diantaranya mulai redup keberadaanya. Dalam bidang budaya misalnya, selain barongan Blora mempunyai kentrung, wayang krucil dan kelik.

Eksistensi wayang krucil redup

Bagaimana nasib seni tradisi tersebut ?Dari segi agrikultural Blora mempunyai daerah sentra penghasil durian di beberapa desa di kecamatan Japah dan Tunjungan.

Ketika kita berkunjung ke sana kita tentu akan mudah menengarai bahwa potensi tersebut belum dikembangkan dan tentu saja peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mengembangkannya secara modern.

Kekuncaraan dengan demikian harus paralel dan berdampak pada keberdayaan masyarakat. Kekuncaraan yang demikian akan mempunyai pancaran yang lebih lama bertahan sekaligus mempunyai dampak ekonomi yang lebih signifikan di masyarakat.

Penemuan Fosil Gajah

Belum lagi jika misalnya pengemasan potensi eduwisata atas fosil gajah elephas hysudindricus, fosil homo soloensis, fosil manusia goa kidang dengan lingkungan goanya, sejarah perminyakan sebagai potensi yang spektakuler dan legendaris akan mudah dijadikan branding kekuncaraan Blora. Potensi-potensi tersebut sudah sangat iconic karena tidak atau sangat jarang daerah lain yang memilikinya.

Situs goa kidang

Dengan demikian peningkatan kualitas bangunan dan infrastruktur Blora barulah tahap menyiapkan landasan yang kokoh dan urgen menuju kekuncaraan yang lebih membumi, yaitu kekuncaraan yang bersumber pada potensi dan identitas lokal . Serta meningkatkan keberdayaan masyarakat baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya.

Kekuncaraan yang demikian akan lebih membumi karena didukung mempunyai basis partisipasi yang luas. Kekuncaraan yang meninggalkan partisipasi warga dan bersifat mercusuaristic hanya akan berubah menjadi utopia semata. Kita berharap branding Blora Wis Wayahe Kuncara tidak senasib dengan Blora Kota Sanseivera yang langsung hilang sesaat setelah berkumandang.(timkb)

 

[poll id=”3″]