HomeSuara WargaPamflet Politik dan Politik Pamflet

Pamflet Politik dan Politik Pamflet

Suara Warga 0 4 likes 3K views share

kabarblora.com – Pamflet berasal dari bahasa Yunani, pamphillus yang berarti teman semuanya. Kemudian diserap dalam bahasa Inggris phamphlet yang berarti kertas tanpa sampul. Kedua makna pamflet diatas lebih mengacu pada kondisi fisik atau material dari pamflet.

Contoh Pamflet Politik Yang Membangkitkan Semangat Juang

Secara fungsional pamflet lambat laun berkembang menjadi alat dan cara mengomunikasikan ide untuk mempengaruhi pikiran publik yang paling efektif pada abad 18, 19 hingga pertengahan abad 20. Di Jerman, Italia, Spanyol dan Amerika Utara, pamflet menjadi perangkat poltik yang sangat agresif untuk kepentingan provokasi, agitasi dalam bagian strategi propaganda.

Pamflet yang asalnya berfungsi alat pemberitahuan pada publik untuk berbagai bidang, misalnya pertunjukan teater, sirkus, opera dan pentas seni lainnya. Dengan daya pengaruhnya yang kuat pamflet diadopsi dalam  dinamika politik, dimulai oleh orang-orang Eropa.

Dalam beberapa fakta sejarah, pamflet mengalami politisasi menjadi alat politik untuk menentang penguasa. Menjadi alat yang paling ampuh untuk menentang hegemoni kekuasaan yang otoriter. Pamflet tumbuh menjadi alat politik massa untuk menumbangkan hegemoni pemerintahan monarki. Tak dapat dipungkiri pamflet menjadi salah satu perangkat menumbangkan monarki untuk melahirkan demokrasi menjadi pilar penyangga sistem pemerintahan Republik.

Contoh Pamflet sebagai propaganda Jepang agar pemuda Indonesia menjadi bagian tentara PETA.

Pada tahun 1776 Thomas Paine menerbitkan pamflet berjudul common sense yang menginspirasi rakyat Amerika untuk berani mengambil pilihan menjadi bangsa merdeka terlepas dari Inggris. Tahun 1788 di Prancis membanjir pamflet yang mengeritik kemewahan golongan borguese (borjuis) yang menjadi pemicu meletusnya Revolusi Perancis yang berhasil menumbangkan Kaisar Louis XVI.

Pamflet bertransformasi menjadi alat ampuh bagi oposisi untuk menentang status guo. Dalam ranah keindonesiaan, pamflet juga menjadi alat yang ampuh menginformasikan dan mengkomunikasikan ide dan kegiatan yang membutuhkan mobilisasi massa baik dalam level ide,  pandangan, reaksi maupun aktivitas kolektif. Keterbatasan alat untuk mempengaruhi publik menjadikan pamflet sebagai pilihan alat politik sebagai pamflet politik.

Contoh Pamflet Politik Sebagai Bagian Propaganda Jepang di Indonesia

Pengaruh pamflet pada masa awal kemerdekaan mempunyai daya magic yang kuat dan mempunyai kekuatan pengaruh yang luar biasa. Hampir di setiap sudut kota, tembok-tembok penuh dengan tempelan pamflet yang menggelorakan semangat juang untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Pamflet politik mempunyai daya pengaruh politik (politik pamflet) yang kuat. Tetapi keadaan tersebut telah banyak terdegradasi pada saat ini. Jangankan mempunyai daya magis dalam mempengaruhi massa, pamflet poltik sekarang tidak lebih dari sekadar ritus perkenalan calon. Slogan, ajakan, himbauan yang terdapat dalam pamflet politik terikat oleh kepentingan pragmatis calon yang menyebarkan pamflet dan menjadi penanda adanya ruang kosong atau jarak antara kepentingan calon dengan kepentingan publik. Keduanya hidup dalam ruang kepentingan politik yang berbeda dan hanya bersinggungan menjelang masa pemilihan.

Contoh Pamflet Politik Jaman Now, Menempel di Jembatan-jembatan, Tiang-tiang Listrik, Tembok- Tembok di Kabupaten Blora

Sekalipun kemampuan grafis dan teknologi pencetakan menjadikan pamflet politik mempunyai rancang bentuk yang sangat berkualitas tetapi kemampuan mempengaruhi dan menggerakkan massanya semakin melemah. Apalagi dengan kenyataan bahwa pamflet-pamflet politik seringkali melanggar aturan permainan kampanye politik maka daya politik pamflet semakin lemah, bahkan terasa mengotori ruang-ruang publik.

Bukankah kita muak melihat pamflet yang numpang gratis di tiang-tiang listrik, tembok, jembatan dan celakanya lagi ketika lepas sangat sulit karena lemnya terlanjur melekat. Dan keacuhan publik pada pamflet politik menjadi makin sempurna dengan menguatnya pengaruh media sosial sebagai media politik. (timkb)