HomeWisata dan BudayaTradisi Adat Keturunan Kasunanan Mataram Surakarta Hadiningrat

Tradisi Adat Keturunan Kasunanan Mataram Surakarta Hadiningrat

Wisata dan Budaya Yayasan Tirtonatan 0 0 likes 2.6K views share

kabarblora.com – Di jaman modern ini adat makin tergerus, budaya pun berangsur-angsur pun hanya selebar payung. Karaton Kasunanan Surakarta berdiri sejak 1745 selepas selesainya politik devide et impera Belanda terhadap Kasultanan Mataram Diningrat melalui Perjanjian Giyanti.

Perjanjian Giyanti berisi tentang, terbaginya menjadi 2 kekuasaan Kasultanan Mataram Islam yang dipimpin Sahandhap Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangdjeng Susuhunan (SSISKS). Paku Buwono Senopati ing Alaga Abdurrahman Sayiddin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping II terhadap adik nya Pangeran Mangkubumi.

Baca Juga: Sejarah Kompleks Makam Keluarga Tirtonatan

Tahun 1745 SSISKS Paku Buwono II akhirnya memindahkan kekuasaan Kasultanan Mataram Islam ke Desa Sala, yang kemudian menjadi Raja Pertama di Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat. Dan Tahun 1755 Pangeran Mangkubumi menjadi Raja pertama di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Kekuasaan Kasultanan Mataram Islam telah banyak melahirkan keturunan-keturnan. Baik keturunan-keturunan yang masih ngugemi dengan menyandang Hak Gelar lahirnya, atau para turunan yang tidak hanya sebatas ngugemi Hak Gelar Lahirnya yaitu dengan satuhu mengabdi ke Kerajaan hingga mendapatkan Gelar Kepangkatan dari Kerajaan.

Di Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat memiliki paugeran, angger-angger, tetaler dan wewaler. Siapa saja kah yang berhak menyandak Hak Gelar Lahir sesuai paugeran yang ada di Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat?

I. Anak Raja (Putra/i dalem Sinuhun) – Grad I, hak gelar lahir:

Putra :
Untuk Putra Raja yang menyandang status Putra Mahkota bergelar lahir: Raden Mas Gusti (R.M.G).
Untuk Putra Raja yang bukan berstatus Putra Mahkota bergelar lahir: Gusti Raden Mas (G.R.M).

Putri :
Untuk Putri Raja yang belum menikah bergelar lahir: Gusti Raden Ajeng (G.R.Aj)
Untuk Putri Raja yang sudah menikah bergelar lahir Gusti Raden Ayu (G.R.Ay).

II. Cucu Raja (Wayahdalem Sinuhun) – Grad II, hak gelar lahir:

Putra :
Untuk Cucu Raja Kakung (Putra) bergelar lahir: Bandara Raden Mas (B.R.M).

Putri :
Untuk Raja Putri yang belum menikah bergelar lahir: Bandara Raden Ajeng (B.R.Aj).

Untuk Cucu Raja Putri yang sudah menikah bergelar lahir Bandara Raden Ayu (B.R.Ay).

III. Buyut Raja (Buyutdalem Sinuhun) – Grad III.

IV. Canggah Raja (Canggahdalem Sinuhun) – Grad IV.

V. Wareng Raja (Warengdalem Sinuhun) – Grad V.

Untuk Grad III (Buyutdalwm Sinuhun) sampai dengan Grad V (Warengdalem Sinuhun) memiliki hak gelar lahir:

Putra :
Untuk Buyut, Canggah dan Wareng Raja Kakung (Putra) bergelar lahir: Raden Mas (R.M).

Putri :
Untuk Buyut, Canggah dan Wareng Putri Raja yang belum menikah bergelar lahir: Bandara Raden Ajeng (B.R.Aj)
Untuk Cucu Raja Putri yang sudah menikah bergelar lahir Raden Ayu (R.Ay).

Dalam tatanan Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat, Grad I (Putra/i Sinuhun) sampai dengan Grad V (Warengdalem Sinuhun), memiliki sesebutan ndoro/ Sentana Dharahdalem/ Sentana Dalem.

Kemudian, bagi para keturunan Raja/ Sinuhun untuk keturunan ke-6 (Grad VI) sampai dengan keturunan ke-18 (Grad XVIII), memiliki Hak Gelar Lahir:

– Untuk Putra bergelar lahir: Raden (R).
– Untuk Putri yang belum menikah bergelar lahir: Raden Rara (R.R).
– Untuk Putri yang sudah menikah bergelar lahir: Raden Nganten (R.Ngt).

Baca Juga: Pemkab Blora Abaikan Ijin Pemberitahuan Acara Ziarah Ke Pengelola Kompleks Yayasan Tirtonatan

Sebutan keturunan ke-6 (Grad VI) Sinuhun sampai dengan keturunan ke-18 (Grad XVIII) adalah sebagai berikut:

Keturunan ke-6. Udhek-udhek
Keturunan ke-7. Gantung siwur
Keturunan ke-8. Cicip moning
Keturunan ke-9. Petarangan bobrok
Keturunan ke-10. Gropak senthe
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menya-menya
Keturunan ke-18. Trah tumerah.

Di Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat penyebutan untuk Grad VI sampai dengan Grad XVIII adalah Bangsawan Non-Sentanadalem/ Bangsawan Dharah Dalem.

Dari kesemua keturunan Sinuhun yang bergelar lahir hanya memiliki hak Gelar lahir dan hak nguri-nguri Adat Budaya Karaton/ Kerajaan, apabila para keturunan Sinuhun dengan tuhu ingin nguri-nguri, melu handarbeni, melu hangrukebi, dan mulat sarira hangrasa wani untuk melestarikan adat budaya kerajaan, maka para keturunan tersebut akan mendapatkan penghargaan dari Karaton berupa Kepangkatan.

Penggargaan Kepangkatan ini ketika telah diberikan maka para keturunan Sinuhun yang telah berpangkat memiliki kewajiban penuh/ mutlak dalam menjalankan segala paugeran, angger-angger, tetaler dan welaler yang berlaku di Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat.

Baca Juga: Yayasan Tirtonatan Rilis Buku Untuk Memperingati Ulang Tahun Kabupaten Blora ke – 268

Seorang keturunan Karaton Kasunanan Mataram Surakarta Hadiningrat yang menikah, secara langsung berhak menyandang gelar untuk pasangannya, ini hanya berlaku untuk seorang Pria grad I sampai dengan Grad V, maka istrinya secara otomatis berhak atas sesebutan Raden Ayu (R.Ay).

Apabila seorang wanita keturunan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menikahi pria biasa/ tidak berketurunan/ bukan darah dalem, maka sang Suami tidak berhak gelar apapun (baik itu gelar Gusti Raden Mas atau Bandara Raden Mas atau Raden Mas atau Raden), kecuali sang suami mengabdikan diri untuk Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat dan mendapatkan kekancingan kepangkatan dari Sinuhun.

Macam Sesebutan Kepangkatan untuk keturunan Sinuhun (Grad I sampai dengan Grad V)

Kakung/Pria (dari teratas):

1. KGPH PA (Kangdjeng Gusti Pangeran Haria Panembahan Agung),
2. KGPH (Kangdjeng Gusti Pangeran Haria (KGPH),
3. GPH (Gusti Pangeran Haria),
4. GPP (Gusti Pangeran Pandji),
5. BKPH (Bandara Kangdjeng Pangeran Haria),
6. BPH (Bandara Pangeran Haria),
7. KPH (Kangdjeng Pangeran Haria),
8. KPP (Kangdjeng Pangeran Pandji),
9. KRMH (Kangdjeng Raden Mas Haria),
10. KRMRAP (Kangdjeng Raden Mas Aria Pandji),
11. KRMP (Kangdjeng Raden Mas Pandji),
12. KRMHT (Kangdjeng Raden Mas Haria Tumenggung),
13. KRMT (Kangdjeng Raden Mas Tumenggung)
14. RMRP (Raden Mas Riya Pandji),
15. RMP (Raden Mas Pandji),
16. RMT (Raden Mas Tumenggung),
17. RM.Ng (Raden Mas Ngabehi).

Macam Sesebutan Kepangkatan untuk keturunan Sinuhun (Grad VI sampai dengan Grad XVIII).

Kakung/Pria (dari teratas):

1. KPP (Kangdjeng Pangeran Pandji),
2. KPAA (Kangdjeng Pangeran Aria Adipati),
3. KPA (Kangdjeng Pangeran Aria)
5. KPT (Kangdjeng Pangeran Tumenggung),
6. KP (Kangdjeng Pangeran),
7. KRH (Kangdjeng Raden Haria),
8. KRHT (Kangdjeng Raden Haria Tumenggung)
9. KRRAP (Kangdjeng Raden Riya Aria Pandji),
10. KRAP (Kangdjeng Raden Aria Pandji),
11. KRP (Kangdjeng Raden Pandji),
12. KRTP (Kangdjeng Raden Tumenggung Panjdi),
13. KRT (Kangdjeng Raden Tumenggung),
14. RTP (Raden Tumenggung Pandji),
15. RT (Raden Tumenggung),
16. R.Ng (Raden Ngabehi)

Macam Sesebutan Kepangkatan untuk keturunan Sinuhun (Grad I sampai dengan Grad V)

Putri (dari teratas) :

1. GKR (Gusti Kangdjeng Ratu),
2. KBRAy Adp (Kangdjeng Bandara Raden Ayu Adipati),
3. KBRAy (Kangdjeng Bandara Raden Ayu),
4. KRAy Adp (Kangdjeng Raden Ayu Adipati),
5. KRAy (Kangdjeng Raden Ayu),
6. KRAyT (Kangdjeng Raden Ayu Tumenggung),
7. RAyP (Raden Ayu Pandji),
8. RAyT (Raden Ayu Tumenggung).

Macam Sesebutan Kepangkatan untuk keturunan Sinuhun (Grad VI sampai dengan Grad XVIII)

Putri (dari teratas):

1. KMAy (Kangdjeng Mas Ayu),
2. KMAyT (Kangdjeng Mas Ayu Tumenggung),
3. MAy (Mas Ayu)
4. MAyT (Mas Ayu Tumenggung),
5. NMT (Ni Mas Ayu Tumenggung)

Beberapa Orang dan Tokoh Kota/Kabupaten yang bergaris keturunan Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat:

1. Raden (R). Begug Puronomosidi, Mantan Bupati Wonogiri, mendapat kepangkatan dan sesebutan Kangdjeng Pangeran Aria Adipati (KPAA). Suro Agul – Agul.

2. Raden (R). Drs. Hidajat Prasongko, Mantan Dept. Pertanahan RI, mendapat kepangkatan dan sesebutan Kangdjeng Raden Haria Tumenggung (KRHT). Drs. Prasongkodipuro.

3. Raden Nganten (R.Ngt). Manik Surastri, Buyut Bupati Kab Blora Raden Mas Adipati Aria (RMAA). Tjokronegoro III, mendapat kepangkatan dan sesebutan Kangdjeng Mas Ayu (KMAy). Haruningtyas.

4. Raden Nganten (R.Ngt). Ratnasari Puspitarini, SE., CRBD, Canggah Bupati Kab Blora Raden Mas Adipati Aria (RMAA). Tjokronegoro III, mendapat kepangkatan dan sesebutan Ni Mas Tumenggung (NMT). Puspitaningtyas, SE., CRBD.

5. Raden Rara (R.R). Widyasintha Himayanthi, S.S, Canggah Bupati Kab Blora Raden Mas Adipati Aria (RMAA). Tjokronegoro III, mendapat kepangkatan dan sesebutan Ni Mas Tumenggung (NMT). Widyaningsih.

6. Raden (R). Danar Rahmanto, mantan Bupati Kab Wonogiri, merupakan keturunan ke – 10 Ingkang Sinuhun Kangdjeng Susuhunan (ISKS). Amangkurat I atau Amangkurat Agung atau Amangkurat Tegal Arum ing Mataram Islam Diningrat, mendapat sesebutan dan kepangkatan Kangdjeng Pangeran Tumenggung (KPT). Danar Soeto Sandjajakusuma.

7. Raden Mas (RM). Hutomo Mandala Putra, putra Mantan Presiden Republik Indonesia H.M Soeharto, keturunan ke-4 Kangdjeng Gusti Pangeran Adipati Aria (KGPAA). Mangkunagoro III Kadipaten Mangkunagaran Surakarta Hadiningrat, mendapat sesebutan dan kepangkatan Kangdjeng Pangeran Haria (KPH). Hutomo Mandalakusuma

Bagi keturunan Sinuhun yang memiliki sesebutan kepangkatan dari Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat, memiliki kewajiban lebih dibandingkan keturunan Sinuhun yang belum memiliki kepangkatan dan sesebutan. Kewajibannya adalah: wajib Melu Handarbeni, wajib Melu Hangrukebi dan wajib Melu Angrasawani untuk menegakkan, melestarikan adat budaya Karaton Kasunanan Mataram Islam Surakarta Hadiningrat. (*)

Facebook Comments