HomeJawa TengahWakil Gubernur Jawa Tengah Bahas Penanggulangan Kemiskinan dalam Kunjungannya Ke Blora

Wakil Gubernur Jawa Tengah Bahas Penanggulangan Kemiskinan dalam Kunjungannya Ke Blora

Jawa Tengah Politik 1 0 likes 729 views share

Kabarblora.com – Heru Sudjatmoko Wakil Gubernur Jawa Tengah Jum’at (6/10/2017) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora. Kunjungan ini dalam rangka rapat kordinasi penanggulangan kemiskinan yang terjadi di Blora. Wakil Gubernur tersebut merupakan Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Jawa Tengah. Rapat dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Baca juga: Pengentasan Kemiskinan Menjadi Prioritas Utama Pemerintah Daerah Kabupaten Blora.

Rapat tersebut juga dihadiri Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala Bappeda, Kepala OPD, Camat, dan Kepala Desa se – Kabupaten Blora.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengawali dengan menyampaikan penduduk miskin di Kabupaten Blora tahun 2016 sebanyak 13% atau 113 ribu jiwa yang menempati peringkat ke 21 dari 35 kabupaten se – Jawa Tengah.

“Alhamdulillah setiap tahun kemiskinan di Blora selalu menurun dimana tahun 2012 sebesar 15,11 persen kini menjadi 13,33 persen. Meskipun belum besar, upaya penanggulangan kemiskinan ini akan terus kita dorong agar bisa naik di atas rata-rata provinsi. Berbagai macam program kita susun untuk ngroyok kemiskinan itu. Begitu juga bantuan sosial harus diberikan kepada warga miskin yang jumlahnya 113 ribu jiwa tadi. Kalau tidak berarti sama dengan pidana, karena diberikan tidak kepada yang berhak,” ucap Bupati Djoko Nugroho.

Adapun beberapa upaya penanggulangan kemiskinan menurut Bupati adalah percepatan pemenuhan infrastruktur dasar seperti pembangunan rumah tidak layak huni, listrik masuk desa, dan pembangunan infrastruktur jalan desa hutan. Selain itu ada juga pemberian BOS daerah untuk pendidikan SD hingga SMP sederajat, Jamkesda, Pelaksanaan TMMD hingga bansos untuk lansia miskin.

“Kemiskinan bukan tanggung jawab pemerintah saja, namun juga dunia usaha. Oleh sebab itu kami minta perusahaan atau BUMN/BUMD bisa ikut berperan aktif menyalurkan program CSR untuk menekan kemiskinan di desa-desa hutan. Termasuk kepada ASN itu jangan ikut ikutan beli elpiji melon. Ayolah sadar di hati masing-masing, elpiji melon itu untuk warga miskin. Jangan rampas hak mereka,” tegas Bupati.

Menanggapi Bupati, Heru Sudjatmoko mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Blora dalam hal pengentasan kemiskinan yang ditandai dengan dimulainya pembangunan jalan jalan desa hutan, listrik masuk desa, hingga memaksimalkan CSR perusahaan/swasta.

“Saya mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Blora relatif tinggi dan inflasi rendah. Jalan provinsi sudah dibangun baik di Blora. Sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Butuh kerja keras dan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk mengatasi kemiskinan ini. Program yang dibuat harus sinkron,” ujar Wagub Heru Sudjatmoko.

Kemiskinan, menurut Heru Sudjatmoko, berhubungan erat dengan pemerataan, sehingga butuh kerja sama agar ekonomi kuat. Kemiskinan tidak terlepas dari pembangunan sumber daya manusia, miskin juga disebabkan faktor lingkungan yang tidak memadai, bisa lingkungan keluarga atau sosial.

“Dalam pengentasan kemiskinan yang terpenting adalah mengusahakan ekonomi, kesehatan dan pendidikan serta memberikan ketrampilan, sehingga yang miskin berkecukupan” kata Wagub Heru Sudjatmoko.

Menurutnya gotong – royong sangat penting dalam menangani kemiskinan. Ia menegaskan bahwa warga miskin harus kerja, sehat, sekolah, dan ikut program keluarga berencana.

Pada kesempatan tersebut, Heru secara simbolis menyerahkan bantuan sosial pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) Tahap I dari Pemerintah Provinsi Jateng sebanyak 62 unit, dengan nilai per rumah Rp 10 juta rupiah. Bantuan diterimakan kepada Bupati Djoko Nugroho.

Beberapa Kepala Desa turut menyampaikan aspirasinya, seperti Kades Bangkleyan berharap pembangunan infrastruktur di desanya terus dilanjutkan. Sujadi, Kades Kamolan meminta saran dan solusi pemberdayaan karang taruna. Kemudian Kades Jurangjero, Juwartik meminta pembangunan infrastruktur jalan desa ditingkatkan. Sementara Camat Japah Kiswoyo, meminta agar penerangan jalan dari wilayah Kecamatan Japah hingga Pucakwangi Kabupaten Pati diperhatikan dan ditambah karena gelap jika malam hari.

Di tempat yang sama perwakilan komunitas difabel Blora, Sukandar meminta peralatan seperti mesin jahit untuk membuat pakaian jadi dari kain batik yang telah dibuatnya.

Sumber: (rsa-Tim Berita Humas dan Protokol Setda Kab Blora)

Facebook Comments