HomePeristiwaWaspada, Musim Pancaroba Berpotensi Menelan Korban

Waspada, Musim Pancaroba Berpotensi Menelan Korban

Peristiwa 1 0 likes 469 views share

Kabarblora.com – Kabupaten Blora mulai memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan (pancaroba), ditandai turunnya hujan beberapa kali dengan sesekali disertai potensi angin kencang dan petir. Kondisi ini kerap mengakibatkan listrik padam, dan pohon tumbang.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blora (Sri Rahayu/Bu Yayuk)

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Sri Rahayu mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati – hati dalam beraktifitas di luar rumah.

“Saat ini akan memasuki musim hujan yakni musim peralihan atau pancaroba. Biasanya akan disertai angin dan petir. Kami himbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati bila ada hujan disertai angin. Jika sedang berkendara, lebih baik berhenti dan istirahat,” ucapnya, Rabu (4/10/2017).

Terlebih jika sedang berkendara melewati hutan, Ia mengimbau agar tidak berteduh di bawah pohon. Lebih baik mencari pos Perhutani untuk berteduh, agar terhindar dari potensi pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.

Pihaknya turut prihatin dengan kejadian meninggalnya dua orang dalam sebuah mobil akibat tertimpa pohon besar di Bruk Brosot Sambong, Selasa petang kemarin. Disaat mobil melaju menuju arah Blora, tiba tiba pohon sogo besar tumbang di atas mobil sehingga ringsek dan mengakibatkan Surhadi dan Dyah Puspitasari tewas dan 2 lainnya luka-luka.

Pohon Besar dan Tiang Listrik Tumbang

Kejadian hari Selasa tanggal  3 Oktober  2017 pukul 17.45 WIB, pukul 01.00 WIB di kilometer 9 Cepu – Blora, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.  Perisitiwa pohon tumbang menimpa pengemudi Toyota Kijang nomor polisi K-8662-BN milik SURHADI (48 tahun). Korban mengalami luka jejas pada dada, memar pada dada dari atas sampai bawah, dan tidak sadar meninggal dunia di TKP.

Korban lainnya adalah Dyah Puspitasari (41 tahun) guru,  Mengalami luka fraktur terbuka tungkai kanan, jejas pada tulang kering dan sendi lutut, kondisi tidak sadar, akhirnya meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Lilik Sriyani (49 tahun) guru mengalami luka tanda fraktur clafikula kanan, nyeri pada punggung, nyeri tangan kanan, kondisi sadar. Anis Ervayanti (31 tahun) guru, mengalami luka bengkak punggung kaki kanan, nyeri punggung, dan kondisi sadar. Suhardi dan Dyah Puspitasari.

 

Mobil Kijang Rusak Parah

“Jika kondisi cuaca tidak bersahabat, lebih baik jangan bepergian dahulu. Semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti kemarin,” lanjut Sri Rahayu.

Tidak hanya itu, ketika sedang berkendara juga diminta menjauhi tiang baliho dan tidak berhenti di atas jembatan. Ia meminta jika ada kejadian kebencanaan untuk bisa segera menghubungi BPBD Kabupaten Blora. (rsa-Tim Berita Humas dan Protokol Setda Kab.Blora).

Facebook Comments